Makna Pembelajaran
Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa.
Konsep pembelajaran menurut Corey (1986) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan bagian khusus dari pendidikan.
Mengajar menurut William H. Burton adalah upaya memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.
Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono (1999) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam disain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.
UUSPN No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berfikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran.
Pembelajaran mempunyai dua karakteristik, yaitu:
1) dalam proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal, bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar, mencatat, akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir
2) dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri.
Dunkin dan Biddle mengatakan proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu :
1) kompetensi substansi materi pembelajaran atau penguasaan materi pelajaran
2) kompetensi metodologi pembelajaran
Menurut Knirk dan Gustafson (1986) pembelajaran suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan dan evaluasi. Pembelajaran tidak terjadi seketika, melainkan sudah melalui tahapan perancangan pembelajaran.
Selanjutnya Knirk dan Gustafson mengemukakan teknologi pembelajaran melibatkan tiga komponen utama yang saling berinteraksi yaitu guru (pendidik), siswa (peserta didik) dan kurikulum. Hal ini menggambarkan bahwa interaksi pendidik dengan peserta didik merupakan inti proses pembelajaran.
Dengan demikian pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar. Guru sebagai sumber belajar, penentu metode belajar, dan juga penilai kemajuan belajar meminta para pendidik untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri.
2.2 Motivasi Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan
Motivasi dalam belajar dilakukan dengan mengatur situasi atau atmosfir pembelajaran yang kondusif. Kondisi yang diciptakan ini dapat menjadi penguatan.
Bagi siswa, motivasi belajar berfungsi untuk :
1) menyadarkan kedudukan awal belajar, proses dan hasil akhir
2) menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar bila dibandingkan dengan teman sebaya
3) mengarahkan kegiatan ke arah pembelajaran yang lebih berkualitas
4) membesarkan semangat belajar
5) menyadarkan tentang adanya perjalanan yang harus ditempuh dalam proses belajar.
Bagi guru, motivasi belajar berfungsi untuk:
1) membangkitkan, meningkatkan dan memelihara semangat belajar sampai berhasil
2) mengobarkan semangat belajar siswa
3) meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan
4) memberi peluang guru untuk “unjuk kerja” sehingga semua siswa belajar sampai berhasil.
Belajar yang menyenangkan berkaitan dengan lingkungan belajar yang tepat, yaitu:
1) menciptakan suasana yang nyaman dan santai tapi serius
2) bila perlu menggunakan musik yang sesuai bagi siswa supaya terasa santai, terjaga dan siap berkonsentrasi
3) menggunakan teknik mengingat visul untuk mempertahankan sikap posisitf
4) melakukan interaksi dengan lingkungan sehingga siswa terpanggil untuk belajar yang lebih baik.
Dengan suasana belajar yang menyenangkan akan memotivasi belajar lebih aktif dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1) belajar apa saja dari setiap situasi
2) menggunakan apa yang dipandang menguntungkan untuk dipelajari
3) mengupayakan agar segalanya dapat dilaksanakan dengan baik
4) bersandar pada kehidupan
Motivasi belajar memberi gambaran bahwa jika motivasi dilakukan oleh guru dan juga siswa sesuai dengan kebutuhannya, maka akan menimbulkan semangat yang tinggi untuk mencapai keberhasilan belajar yang berkualitas.
2.4 Psikologi Pendidikan
Psikologi adalah suatu studi atau ilmu yang mempelajari kegiatan atau perilaku individu dalam interaksi dengan lingkungannya. (Syaodih Sukmadinata, 2003)
Tardif (1987) berpendapat bahwa psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.
Arthur S.Reber (1988) psikologi pendidikan adalah sebuah sub disiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam:
1) penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
2) pengembangan dan pembaharuan kurikulum
3) ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
4) sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dalam
pendayagunaan ranah kognitif
5) penyelenggaraan pendidikan dan suatu lembaga
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu seorang guru dalam melaksanakan tugasnya (dalam proses pembelajaran) secara lebih efektif (Muhibinsyah, 2003)
Terlepas dari beberapa definisi psikologi pendidikan yang ada, yang terpenting adalah isi dan kajian psikologi pendidikan itu sendiri. Fokus utama kajian psikologi pendidikan adalah interaksi antara pendidik dengan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, dengan dukungan sarana dan fasilitas tertentu yang berlangsung dalam suatu lingkungan tertentu.
Secara umum manfaat dan kegunaan psikologi pendidikan menurut pendapat Muhibinsyah (2003) adalah sebagai alat bantu yang penting bagi penyelenggara pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Psikologi pendidikan dapat dijadikan sebagai landasan berfikir dan bertindak bagi guru, konselor dan juga tenaga profesional kependidikan lainnya dalam mengelola proses pembelajaran.
Manfaat dan kegunaan psikologi pendidikan bagi guru membantu untuk memahami karakteristik peserta didik apakah termasuk anak yang lambat belajar atau yang cepat belajar. Dengan mengetahui karakteristik tersebut guru dapat merancang pendekatan belajar untuk peserta didik yang berbeda-beda tersebut, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal untuk seluruh karakteristik peserta didik.





mantap sobbb tingkatkan prestasimu
BalasHapusOK:)