kemabli lagi saya memposting mengenai makna yag tersirat arti dari miskin,,,,,
MISKIN adalah berasal dari bahasa 'arab.. Yang merupakan gabungan huruf hijaiyyah dari MIM,SIN,KAF,NUN. SIN,KAF,NUN yang di gabungkan menjadi 1 kata yaitu SUKUN yang artinya diam ataupun mati.
Dari arti tersebutlah makna miskin sebenarnya didefenisikan.. Itu
berarti miskin ialah Orang yang diam,tidak mau berusaha mencari rezeki
yang tlah diturunkan untuk stiap hambanya.. Yang mana rezeki itu tidak
akan datang dengan sendirinya.. Dlm bahasa kita sebut saja pemalas..
Lain halnya dengan orang yang sudah bekerja dan berusaha sekuat
tenaganya.. Namun keadaan finansialnya tak pernah berubah.. Begituuu
terus... Slalu dlm kesusahan untuk mencari sesuap nasi untuk keluarga.
Bahkan untuk diri sendiri.. !!namun Hidup adalah deretan pilihan,kita sadari atau tidak sebetulnya setiap
saat kita sedang memilih.Memilih untuk sehat atau sakit,memilih kaya
atau miskin,memilih rajin atu malas,memilih jadi pengusaha atau
karyawan,memilih sibuk atau bengong,memilih teman yang baik atau yang
buruk,memilih membaca buku atau menonton TV,memilih menjadi "sopir"�
atau "penumpang" �,dan berjuta atau bermilyar pilihan-pilihan kecil yang
akan membingkai arah masa depan kita dengan izin Allah tentunya.,,,,,,,jadi kalau kita miskin itu salah siapa???apakah itu takdir????apakah itu karena keturunan????penuh dengan tanda tanya,,,,,,,,
untuk mengetahu jawabannaya maka kita lihat disini perbebdaan pola pikir anatar orang kaya dengan orang miskin:
1. Orang kaya MEMBUAT NILAI TAMBAH sedang orang miskin TIDAK MEMBUAT/SEDIKIT NILAI TAMBAH.
2.Orang kaya MEMPUNYAI FAKTOR KALI sedang orang miskis TIDAK PUNYA FAKTOR KALI.
3.Orang kaya memastikan orang lain WIN, baru dia WIN sedang orang miskin
memastikan WIN dulu, orang lain baru WIN (atau yang lebih jelek lagi
dia WIN orang lain LOSE).
4.Orang kaya PENUH DAYA UPAYA (selalu berdaya/resourcesfulnes) sedang orang miskin PENUH ALASAN.
5.Orang kaya BERTANGGUNG JAWAB terhadap dirinya sedang orang miskin
selalu MENYALAHKAN situasi,lingkungan,orang lain dan nasib (MENCARI
KAMBING HITAM).
6.Orang kaya bermain dengan uang untuk MENANG sedang orang miskin bermain dengan uang untuk TIDAK KALAH.
7.Orang kaya BERKOMITMEN UNTUK MENJADI KAYA sedang orang miskin INGIN MENJADI KAYA.
8.Orang kaya BERPIKIR BESAR sedang orang miskin BERPIKIR KECIL.
9.Orang kaya fokus pada KESEMPATAN sedang orang miskin fokus pada HAMBATAN.
10.Orang kaya MENGAGUMI orang kaya dan sukses lainya sedang orang miskin IRI/DENGKI pada orang kaya dan sukses.
11.Orang kaya BERGAUL dengan ORANG POSITIF DAN SUKSES sedang orang miskin BERGAUL dengan ORANG NEGATIF DAN TIDAK SUKSES.
12.Orang kaya bersedia untuk MEMPROMOSIKAN DIRI mereka dan nilai-nilai
mereka sedang orang miskin BERPIKIR NEGATIF tentang penjualan dan
promosi.
13.Orang kaya LEBIH BESAR dari pada MASALAH mereka sedang orang miskin LEBIH KECIL dari MASALAH mereka.
14.Orang kaya adalah PENERIMA YANG LUAR BIASA sedang orang miskin adalah PENERIMA YANG BURUK.
15.Orang kaya memilih DIBAYAR BERDASARKAN HASIL sedang orang miskin memilih DIBAYAR BERDASARKAN WAKTU.
16.Orang kaya berpikir "DUA-DUANYA" sedang orang miskin berpikir "SALAH SATU/ATAU".�
17.Orang kaya FOKUS pada WEALTH STYLE (MASSIVE & PASIF INCOME)
mereka sedang orang miskin FOKUS pada LIFE STYLE (GAYA HIDUP) mereka.
18.Orang kaya MEMANAGE (membelanjakan) UANG mereka dengan BAIK sedang orang miskin TIDAK MEMANAGE UANG mereka dengan baik.
19.Orang kaya membuat UANG BEKERJA KERAS UNTUK MEREKA sedang orang miskin membuat diri mereka BEKERJA KERAS UNTUK UANG.
20.Orang kaya bertindak MELAWAN KETAKUTAN MEREKA sedang orang miskin membiarkan ketakutan MENGHENTIKAN MEREKA.
21.Orang kaya TERUS MENERUS BELAJAR DAN BERTUMBUH sedang orang miskin BERPIKIR MEREKA SUDAH TAHU.
yeah secara alami apa yang terjadi didunia ini mengikuti hukum alam, yaitu
sebab akibat. Kecuali jika ada penetrasi dari luar maka hukum tersebut
tidak berlaku. Namun anda harus secara terus menerus memberikan
pengaruh dari luar tersebut tanpa henti. Begitu pengaruh dari luar
dihilangkan, maka akan kembali mengikuti hukum alam.
Begitu pula manusia juga tunduk terhadap hukum alam. Maka apa yang
kita tabur, itulah yang akan kita petik. Apa yang kita lakukan itulah
yang akan diterima.
Dengan mengikuti hukum tersebut, kita dapat mempelajari , kenapa
seseorang menjadi kaya, sementara yang lain miskin. Setelah diamati
ternyata ada perbedaan perilaku atau kebiasaan yang
menyolok antara orang kaya dan orang miskin. Dan kebiasaan-kebiasaan
itulah yang menyebabkan seseorang menjadi kaya. Dengan demikan jika
anda melakukan kebiasaan-kebiasan tersebut maka anda berada pada jalur
yang benar menuju keberlimpahan harta.
Jadi orang miskin emangnya enak? Hidup payah, semua serba susah,
tidak pernah bahagia, jarang mencicipi makanan enak, terpinggirkan,
pakaian tidak pernah berganti dan lain-lain. Ini adalah sebagian stigma
yang melekat pada orang miskin. Apakah stigma ini benar adanya atau
hanya sebuah stereotype sosial?
Jelas penilaian tersebut adalah sebuah stereotype sosial karena
belum tentu orang miskin seperti yang dikatakan diatas, bahkan keadaan
yang dirasakan oleh orang miskin bisa sebaliknya. Mengenai kebahagiaan,
karena dia adalah perasaan subjektif, maka untuk mengungkapkan bahagia
tidaknya seseorang maka penilaiannya juga harus subbjektif, artinya
bahwa perasaan senang atau susah harus diungkapkan langsung oleh yang
bersangkutan, bukan sebuah generalisasi atau fakta yang dilihat dari
luar. Penilaian yang objektif justru akan mengaburkan dan kemungkinan
akan bertolak belakang dengan fakta yang sesungguhnya.
Benarkah orang miskin identik dengan kesusahan? Sebagai seorang
yang dilahirkan dari keluarga miskin, dan masih tetap miskin sampai
sekarang, ternyata kebahagiaan itu selalu datang menyertai, dan saya
rasa semua orang miskin sama seperti apa yang saya rasakan. Kebahagian
itu adalah milik semua orang, dan porsi terbesar kebahagiaan ada pada
orang miskin, karena hal-hal berikut ini:
- Orang Miskin Biasanya Mudah Bersosialisasi dan Berdaptasi
Jangan minder jadi orang miskin, karena tidak semua orang dapat
hidup dalam keadaan seperti ini. Kita adalah orang kuat. Memang
penampilan terkadang terlihat norak, tapi lebih norak lagi jika orang
kaya jadi orang miskin.
Karena dibesarkan dalam keluarga dan masyarakat yang terbuka,
sehingga sosialisasi dan adaptasi dengan orang-orang adalah hal yang
paling menguntungkan. Jarang ada orang miskin mengalami kelainan tingkah
laku seperti menarik diri dari pergaulan sosial. Dalam hal pekerjaan,
orang miskin paling bisa beradaptasi, mereka bisa menduduki posisi
dimasa saja, dari kuli bangunan hingga menjadi seorang manager. Ini
karena orang miskin biasanya ditempa dengan kehidupan yag keras.
- Keluarga yang Penuh Cinta dan Perhatian
Biasanya, karena sibuk mengurus dan menambah perbendaharaan harta,
seseorang tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan keluarga. Urusan
rumah tangga adalah urusan pembantu. Jadilah anak mereka seperti mental
pembantu, kurang perhatian dan kasih sayang. Mereka biasanya tidak
mencerminkan tingkah laku yang sama dengan orang tuanya, tetapi
mencontoh tingkah laku pengasuhnya. Mungkin masih lumayan jika
pembantunya mengerti tentang bagaimana merawat perkembangan anak, kalau
tidak, bisa jadi anak mereka menjadi sesuatu yang “lain”.
Dalam keluarga miskin, mungkin waktu lebih banyak dihabiskan
bersama dan bercengkerama dengan keluarga. Dan inilah kebahagiaan
terbesar yang yang dialami oleh suatu tumah tangga. Bercanda, ngobrol,
bukti bahwa mereka hidup bahagia. Keluarga adalah tempat tinggal dan
tujuan utama.
- Hidup Miskin Makan Selalu Enak
Mungkin ini adalah sebuah fakta yang tidak masuk akal, tetapi ini
sebuah kenyataan. Bagi orang miskin, makan hari ini, walaupun
sekadarnya, dan menu yang tidak menarik bagi orang kaya, tetapi bagi
mereka adalah sebuah kenikmatan terbesar. Mereka akan bersyukur dengan
rezeki hari ini. Berbeda dengan orang kaya, walaupun makanannya terlihat
lezat-lezat, tetapi tidak senikmat orang miskin jika makan. Orang kaya
takut kolesterol, takut jerawatn, takut penyakit jantung dan lain-lain.
Jika orang kaya makan ditempat orang miskin, bisa dipastikan mereka
tidak akan sanggup, dan kemungkinan akan kena berbagai penyakit, karena
tidak adanya anti bodi mereka terhadap makanan yang biasa dikonsumsi
oleh orang miskin yang kadang mengandung bakteri berlebih.
- Tak Perlu Khawatir untuk Hari Esok
Hari esok adalah sebuah penantian yang belum pasti, entah masih
hidup atau sudah mati. Bukan berarti tidak ada persiapan dan usaha untuk
hari esok, tetapi kehidupan hari esok jangan terlalu dirisaukan,
apalagi menimbulkan stress. Karena hari esok adalah masalah baru dan
butuh pemecahan masalah dan selusi yang terbaru. Cukuplah hari kemarin
dan hari ini adalah pelajaran untuk menghadapi hari esok.
Kekhawatiran akan jatuh jatuh miskin bagi orang kaya, ketakutan
bangkrut adalah bukti tidak adanya rasa syukur dan biasanya rakus. Ini
adalah penyakit orang kaya. Bisa dipastikan, tidak ada waktu bagi mereka
untuk bahagia dan bercanda hari ini, karena waktu bagi mereka adalah
uang, padahal uang itu ibarat minum air laut, tambah minum tambah terasa
haus.
Tujuan hidup sebenarnya bukanlah uang, tetapi untuk menciptakan
kebahagiaan. Dan itu lebih banyak dimamfaatkan oleh orang hidup miskin.
Mereka mempunyai waktu untuk merasakan kebahagiaan itu. Semakin bahagia
seseorang, semakin terasa bermamfaat hidup didunia.
sumber : https://cintasegilima.wordpress.com





0 komentar:
Posting Komentar