Sarana Berbagi Ilmu dan Sahabat Penyingkap Cakrawala Hati. mengalirkan berbagai Arus Pemikiran yang Berlandaskan Kebeningan Hati Download

Entri Populer

Selasa, 21 Juni 2011

Dunia Farmasi

Dua orang sahabat lama berjumpa kembali dalam sebuah kesempatan, mereka terlibat dalam sebuah percakapan. Salah seorang bertanya, “Kamu sekarang kuliah dimana?”. “Di sebuah Akademi Farmasi”, jawab seorang yang lain. “Farmasi itu yang ngurusi tentang obat bukan?”, sahut si penanya.
Sepintas pembicaraan itu adalah sebuah perbincangan yang biasa, umum, atau mungkin lumrah terjadi dalam keseharian kita terutama bagi yang berkecimpung atau berinteraksi dengan dunia farmasi. Namun apabila direnungi lagi, maka kita akan menyadari bahwa dunia farmasi sesungguhnya masih awam bagi segelintir orang. Orang-orang masih beranggapan bahwa yang namanya farmasi pasti hanya berhubungan dengan obat saja. Dan bisa saja yang ada di benak mereka orang/ahli farmasi hanya tahu tentang bagaimana cara membuat obat. Tentunya kita tidak bisa serta merta menyalahkan anggapan tersebut karena informasi yang mereka punya tentang apa saja yang menjadi aspek-aspek yang ada dalam dunia farmasi mungkin sangat terbatas.
Kata farmasi itu sendiri berasal dari bahasa latin pharmacon, yang berarti obat atau racun. Ya, pada dasarnya setiap obat itu adalah racun. Yang membedakan antara keduanya hanyalah takarannya saja atau yang lebih akrab di sebut dosis. Akan sangat banyak contoh yang muncul jika harus menyebutkan beberapa kasus kematian karena overdosis obat. Di negara kita farmasi dapat diartikan sebagai suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, dan distribusi obat. Lantas apakah itu artinya cakupan dunia farmasi hanya sebatas obat saja? Jawabannya adalah tentu tidak.
Cakupan dunia farmasi dapat meliputi hampir setiap sendi kehidupan manusia. Sadar atau tidak setiap hari kita menggunakan produk farmasi. Anda tentu sering sikat gigi setelah bangun tidur, kan? Pasta gigi yang digunakan adalah salah satu contoh dari produk farmasi, begitu juga sabun yang kita gunakan ketika mandi. Pasta gigi, sabun, shampoo, kosmetik, produk makanan, vitamin, vaksin hanyalah sedikit contoh produk farmasi selain obat. Produk-produk farmasi ternyata tidak hanya membantu untuk penyembuhan penyakit namun juga untuk menjaga kesehatan. Dapat terlihat betapa vital peran dari farmasi dalam kehidupan manusia. Sehingga tidaklah mengherankan apabila ilmu farmasi tidak hanya melulu seputar senyawa kimia obat, pembuatan obat, ataupun teknik meracik obat, namun juga mempelajari tentang kesehatan manusia, farmakologi, farmakologi, bahkan kimia lingkungan sekalipun.
Setidaknya ada 4 (empat) bidang dalam ilmu farmasi, yaitu :

1. Farmasi Klinis. Dalam bidang ini dipelajari tentang kesehatan dan jenis obat apa yang sesuai untuk suatu penyakit yang telah didiagnosa oleh tenaga kesehatan yang lain. Ilmu yang dipelajari lebih banyak menyinggung tentang farmakologi obat, dan farmakoterapi. Bagi yang ingin jadi apoteker yang berkarier dalam sebuah komunitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, apotik) maka bidang farmasi inilah yang harus didalami.
2. Farmasi Industri. Dalam bidang ini kita akan belajar bagaimana membuat dan meracik obat yang aman dan manjur serta sesuai dosisnya. Selain itu, juga akan dipelajari masalah penanganan limbah industri serta masalah pemasaran obat itu sendiri.
3. Farmasi Sains. Pada bidang ini dibahas proses pengembangan senyawa obat baru, sintesis obat, optimasi penggunaan obat, dan analisis terhadap senyawa lainnya. Bagi yang ingin menjadi seorang peneliti farmasi, maka bidang inilah yang harus dikuasai.
4. Farmasi Obat Tradisional. Dari namanya saja kita dapat menangkap bahwa obat trasisonal menjadi pokok bahasan utama dalam bidang ini. Bidang ini mengkaji secara empirik obat-obatan tradisional yang ada. Maksudnya obat tradisional di sini adalah obat-obatan yang berasal dari alam dan hewan. Pengembangan obat tradisional macam jamu menjadi sebuah obat herbal terstandar kemudian nantinya menjadi fitofarmaka akan menjadi konsentrasi bidang ilmu ini.

Berdasarkan dari beberapa hal diatas, maka tentunya pertanyaan dari seorang sahabat pada awal tulisan ini tentu akan dapat mengundang pembicaraan yang lebih luas lagi. Dari arah obrolan yang mungkin hanya seputar mengenai obat dapat meluas kepada pembahasan sediaan kosmetik, obat tradisional, dan lain sebagainya. Dan semakin kita mengetahui tentang hal-hal tersebut, maka kita akan menyadari bahwa sesungguhnya farmasi itu sangat populer, sangat banyak kita temui dalam keseharian kita. Hanya saja, sejauh ini masyarakat awam lebih mengenal farmasi itu dari segi produk/komoditi bukan dari segi ilmu.
Popularitas semacam ini sejatinya bukanlah suatu penyurut motivasi bagi mereka yang ingin mempelajari ilmu farmasi akan tetapi dapat menjadi dorongan maupun godaan yang cukup besar mengingat posisi farmasi yang sangat menyinggung sisi kesehatan manusia. Dari popularitas macam inilah pilihan karier sebagai farmasis/apoteker merupakan pilihan yang sangat menjanjikan untuk mendapatkan pekerjaan ataupun membuka lapangan kerja baru. Bagi yang memilih untuk berkarier sebagai apoteker dapat bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, bahkan bisa membuka apotik sendiri. Pekerjaannya mencakup peracikan obat sesuai analisa terhadap resep dari dokter dan kebutuhan pasien, sampai jasa konsultasi obat. Bagi yang tertarik dengan pengujian kualitas produk farmasi (quality control), manajemen mutu produk, atau penelitian dan pengembangan dari suatu formula obat dapat berkarier di bidang industri farmasi. Bagi yang tertarik pada bidang riset dan akademik dapat menjadi peneliti pada sebuah institusi pendidikan atau bahkan menjadi tenaga pengajar untuk menyiapkan ahli-ahli farmasi yang mampu memahami prinsip-prinsip ilmu farmasi.
Begitu banyak dan luasnya ilmu farmasi dan pilihan karier yang di janjikan, maka tentu kita akan dapat memberi informasi kepada masyarakat bahwa yang namanya farmasi tidak hanya ngurusi tentang obat-obatan saja. Namun juga ngurusi manusia itu sendiri. Langkah selanjutnya yang diperlukan adalah bagaimana ilmu farmasi ini dipahami sebaik mungkin dan dijalankan sesuai norma dan nilai yang ada agar selalu mendatangkan manfaat bagi manusia dan lingkungannya.

FARMASI
Farmasi berasal dari kata “PHARMACON” yang berarti obat atau racun. Sedangkan pengertian farmasi adalah suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, dan distribusi obat.
Tanggung jawab seorang ahli farmasi adalah bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan manusia/pasien yang membutuhkannya.
Dalam ilmu farmasi ada empat bidang yang dipelajari, yaitu farmasi klinik, farmasi industri, farmasi sains, dan farmasi obat tradisional.
Kemampuan penunjang yang harus dimiliki adalah senang dan familiar dengan fisika, kimia, biologi, dan matematika; ketelitian dan kecermatan; hapalan dan kemampuan analisa; dan suka bekerja di laboraturium.

| Free Bussines? |

0 komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...