Sarana Berbagi Ilmu dan Sahabat Penyingkap Cakrawala Hati. mengalirkan berbagai Arus Pemikiran yang Berlandaskan Kebeningan Hati Download

Entri Populer

Selasa, 21 Juni 2011

Demam dan Obat Penurun Panas

Download
Penurun panas atau pereda demam dalam bahasa keilmuan farmakologi disebut juga sebagai antipiretik. Obat golongan ini yang dikenal adalah Parasetamol. Selain obat tersebut, adapula aspirin dan ibuprofen yang biasa digunakan untuk menghasilkan efek antipiretik. Saya tidak akan membahas mekanisme kerja obat – obatan tersebut. Kali ini saya akan mengawali dengan cerita mengenai demam.

Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas suhu normal tubuh (36,4 – 37,2oC). Regulasi peningkatan suhu tubuh yang terjadi pada saat demam diatur di hipotalamus (salah satu bagian otak.red) sebagai respon terhadap pirogen (suatu zat yang menginduksi demam.red). Dalam regulasi ini, hipotalamus berperan sebagai termostat yang menjaga suhu tubuh tetap konstan pada rentang normal. Regulasi suhu tubuh ini diatur berdasarkan suatu mekanisme yang disebut sebagai mekanisme umpan balik (feedback) negatif, sebagai berikut:

* Ketika suhu tubuh lebih tinggi daripada suhu tubuh normal, maka sistem dalam tubuh kita berusaha mengembalikan ke suhu normal dengan terjadinya pengeluaran keringat, yang memfasilitasi penghilangan panas dengan cara evaporasi. Proses ini terjadi hingga panas yang dihasilkan tubuh seimbang dengan panas yang dihilangkan.
* Ketika suhu tubuh lebih rendah daripada suhu tubuh normal, maka sisitem tubuh berusaha untuk menghasilkan panas, salah satunya dengan yang kita kenal sebagai menggigil.

Nah, ketika demam, termostat tubuh kita di set lebih tinggi daripada suhu normal tubuh. Oleh karena itu, suhu tubuh kita yang sebenarnya normal dianggap lebih rendah. Akibatnya, tubuh akan menggigil untuk menghasilkan panas yang melampaui suhu normal tubuh.

Lantas, berapa sih tingginya suhu tubuh yang dikategorikan sebagai demam?

Dalam Handbook of Nonprescription Drugs, dinyatakan bahwa tingginya suhu tubuh yang dikategorikan sebagai demam juga dipengaruhi tempat pengukuran suhu dilakukan. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

Keterangan: rectal : dubur; oral : mulut; Axillary : ketiak; Tympanic : telinga.

Lalu, jika mengalami demam, apa yang harus kita lakukan?

Eits, jangan langsung menenggak obat – obatan, karena sebenarnya demam ini merupakan respon adaptif tubuh. Jika demam ini tidak menimbulkan ketidaknyamanan, cobalah banyak minum air dan beristirahat.

Jika demam tidak kunjung turun dan mulai dirasakan ketidaknyamanan, untuk pengobatan awal boleh saja anda pergi ke apotek dan menemui apoteker untuk meminta saran pengobatan. Untuk pengobatan awal ini, biasanya digunakan obat – obatan antipiretik yang dapat dijual bebas, sebagai berikut:

1. Parasetamol
2. Ibuprofen, atau
3. Aspirin

Ketiga obat tersebut tergolong aman jika digunakan dalam jangka pendek. Hal penting yang perlu diketahui juga adalah pengobatan demam harus ditujukan kepada penyebab utamanya (misal: demam yang disebabkan karena infeksi mikroba patogen, maka yang paling penting ditangani adalah infeksinya). Kedua hal ini juga yang menyebabkan pentingnya memeriksakan diri ke dokter jika demam tak kunjung sembuh setelah 3 hari penggunaan obat – obatan antipiretik.

Ya, begitulah sedikit informasi mengenai demam.

Semoga bermanfaat! :)

| Free Bussines? |

0 komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...